Ada Situs Kuno di Indonesia yang Ditemukan Setelah Orang Mengira Tanahnya Menyimpan Harta Karun
Kalau dengar kata harta karun, yang kebayang mungkin peti penuh emas atau koin kuno. Tapi di Magelang, Jawa Tengah, ceritanya malah agak plot twist. Ada sebuah situs yang dikenal sebagai Candi Wurung di Dusun Candi, Desa Menoreh, Kecamatan Salaman. Situs ini sempat digali oleh sekelompok orang karena muncul kabar bahwa tanah tersebut menyimpan harta karun. Bukannya menemukan kekayaan seperti dalam film petualangan, penggalian itu justru membuka perhatian terhadap tinggalan bangunan kuno yang ternyata punya nilai sejarah jauh lebih besar.
Beberapa hal unik dari Candi Wurung yang bikin ceritanya makin menarik:
- Dikira tempat menyimpan harta: penggalian awal dilakukan karena adanya kabar dari mulut ke mulut mengenai kemungkinan harta karun di dalam tanah. Sampai sekarang, tidak jelas apakah para pencari tersebut benar-benar menemukan harta yang mereka cari.
- Lubang galian malah menjadi petunjuk arkeologi: setelah penggalian liar ditinggalkan, tim Balai Arkeologi Yogyakarta meninjau lokasi pada 2001. Dari area tersebut terlihat struktur dan pecahan tinggalan yang mengindikasikan adanya aktivitas manusia masa lalu.
- Ada struktur bata yang tidak biasa: penelitian berikutnya menemukan struktur bata dengan pola melingkar dan lurus. Bahkan terdapat struktur bata melingkar berdiameter sekitar 80 cm yang berada di bawah struktur lainnya.
- Kedalamannya bikin penasaran: salah satu bagian ekskavasi mencapai sekitar 285 cm sebelum dihentikan karena air tanah keluar cukup deras. Artinya, sebagian struktur kuno tersebut masih belum berhasil diketahui sampai bagian dasarnya.
- Bukan sekadar tumpukan batu bata: ditemukan pula batu candi dengan profil yang memiliki ciri arsitektur klasik Jawa Tengah. Temuan seperti ini penting karena bisa membantu arkeolog memahami fungsi dan karakter bangunan yang sudah tidak utuh lagi.
Yang menarik, kasus Candi Wurung menunjukkan bagaimana anggapan tentang “harta karun” kadang justru membawa manusia menemukan sesuatu yang nilainya tidak bisa dihitung dengan harga emas. Dalam ilmu arkeologi, struktur bangunan, posisi bata, jenis batu, hingga konteks tempat sebuah benda ditemukan justru merupakan informasi penting. Ketika benda kuno dicabut sembarangan dari tanah, konteks tersebut bisa hilang dan membuat peneliti kesulitan mengetahui cerita di baliknya. Candi Wurung sendiri sempat mengalami kerusakan akibat penggalian liar, sementara penelitian arkeologi kemudian mencoba membaca sisa-sisa struktur yang masih tersedia.
Jadi, kalau ada yang datang ke tanah kuno dengan bayangan menemukan emas, hasilnya belum tentu seperti ekspektasi. Di Candi Wurung, “harta karun” yang lebih penting justru berupa petunjuk tentang kehidupan dan teknologi masyarakat masa lalu. Dan kadang, benda yang kelihatannya cuma bata tua ternyata bisa menyimpan cerita yang jauh lebih mahal daripada emas.