Batu Hitam dari Bandung Ini Ternyata Pernah “Dikirim” Manusia Ribuan Tahun Lalu

Read Time:3 Minute, 8 Second

cocol88 gacor
mabar69 login
mabar69 link alternatif
mabar69 slot
ronin86 login
slot terpercaya
mahjong69 gacor
zona69 link alternatif
zona69 login
nobar69
baron69 link login
baron69 login
baron69 gacor
starling69 login
starling69 link alternatif
link slot gacor
dinasti168 link
rtp slot cuan
rtp slot gacor
link dinasti168
rtp pasti cuan
lotus138 login
rtp slot mantap
cocol88 login
link agen slot
cocol88 mantap
cocol88 auto cuan
mabar69 link login
mabar69 oke
mabar69 slot terpercaya
mahjong69 auto cuan
mahjong69 link alter
mahjong slot
mahjong69 scatter hitam
nobar69 link alternatif
nobar69 gacor
zona69 link alternatif
ronin86 gacor
master38 auto cuan
master38 gacor
master38 login
starling69 login
starling69 gacor
LAMBO69 login
login link lambo69
zona69 bet
mahjong69 bet
link slot gacor
rtp slot gacor hari ini
bobo77 login
master38 bet
bobo77 slot
bobo77 bet
master38 slotter
master38 auto cuan
liveslot168 login
liveslot168 slots
bobo77 link login
bobo77 slot tergacor
mahjong69 slot anti rungkad
ronin86 bantai zeus
master38 gampang menang
master38 gampang jackpot
mahjong69 gampang jackpot
master38 login
cocol88 login
zona69 login
login slot gacor
zona69 skuy
master38 skuy
rtp slot terupdate
master39 login
zona69 terbaik
dinasti168 login
login slot gacor
rtp slot terkini
master38 joss
master38 link daftar
master38 depo via dana
mahjong69 anti kalah
master38 link gacor
master38 alternatif
master38 login

Kalau sekarang orang Bandung kirim barang tinggal buka aplikasi, zaman dulu ceritanya beda banget. Ada satu “barang” yang ternyata sudah berpindah tempat ribuan tahun lalu: obsidian, batu hitam mengilap seperti kaca yang dulu banyak dimanfaatkan manusia prasejarah di kawasan Bandung. Batuan ini bukan sekadar batu biasa. Karena bisa menghasilkan sisi yang sangat tajam ketika dipecah, obsidian menjadi bahan penting untuk membuat berbagai perkakas. Yang bikin makin menarik, penelitian menunjukkan sebagian obsidian yang ditemukan di kawasan Bandung ternyata berasal dari sumber batuan di lokasi lain. Jadi, manusia zaman dulu ternyata sudah punya semacam “rantai distribusi” bahan baku sendiri.

Beberapa fakta unik soal “batu yang dikirim” ini:

  • Bukan batu sembarangan. Obsidian merupakan batuan vulkanik yang memiliki struktur seperti kaca. Ketika dipecah dengan teknik tertentu, pecahannya bisa menghasilkan tepian supertajam. Karena itu, manusia prasejarah memanfaatkannya sebagai alat untuk memotong, menguliti hewan, hingga mengolah berbagai kebutuhan sehari-hari.
  • Sumbernya tidak selalu berada di tempat ditemukan. Analisis terhadap artefak obsidian dari Gua Pawon menunjukkan adanya kesamaan komposisi kimia dengan obsidian dari Gunung Kendan di Nagreg dan Kampung Rejeng di Garut. Artinya, batu yang digunakan manusia di Bandung kemungkinan memang dibawa dari sumber bahan baku yang berada di luar lokasi pemakaiannya.
  • Sudah digunakan selama ribuan tahun. Artefak obsidian yang ditemukan di Gua Pawon, berdasarkan penanggalan radiokarbon pada material yang terkait dengannya, diperkirakan berada pada rentang sekitar 5.600–9.500 tahun sebelum sekarang. Jadi, aktivitas pemanfaatannya bukan sekadar kejadian sekali-dua kali.
  • Bandung ternyata punya banyak jejak obsidian. Penelitian BRIN pada kawasan Cekungan Bandung bahkan mengidentifikasi 20 situs obsidian. Temuan tersebut menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas manusia masa lalu dengan lingkungan sekitar Danau Bandung Purba.

Nah, bagian paling menariknya adalah konsep “dikirim” tadi. Jangan dibayangkan manusia prasejarah sudah punya ekspedisi dengan paket kardus dan resi digital. Maksudnya, ada indikasi bahwa bahan mentah atau batu obsidian dari sumber tertentu berpindah menuju tempat manusia tinggal dan beraktivitas. Di Gua Pawon, misalnya, para peneliti menemukan banyak artefak obsidian sekaligus sisa-sisa proses pembuatannya. Bahkan, penelitian asal-usul obsidian menunjukkan bahwa penghuni prasejarah Gua Pawon memanfaatkan sumber obsidian yang sama selama beberapa ribu tahun. Ini memberikan gambaran bahwa mereka bukan cuma menemukan batu secara acak, tetapi kemungkinan sudah mengetahui sumber bahan yang bagus dan menggunakannya secara berulang.

Jadi, kalau melihat batu hitam mengilap di kawasan Bandung, jangan buru-buru menganggapnya cuma batu biasa. Obsidian menyimpan cerita tentang teknologi, perjalanan bahan baku, dan cara manusia prasejarah beradaptasi dengan lingkungannya. Jauh sebelum ada marketplace dan jasa ekspedisi, manusia di sekitar Bandung ternyata sudah mengenal pentingnya mendapatkan bahan dari tempat yang tepat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Ada Jejak Tangga Kuno di Lereng Merbabu yang Baru Bikin Peneliti Makin Penasaran
Next post Kenapa Orang Zaman Dulu Betah Tinggal di Gua? Jawabannya Ternyata Bukan Cuma Karena Aman